http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 14 Mei 2013

Aksi pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)LE MANS - Usai hanya mampu finis ketiga pada dua seri terakhir musim ini, juara bertahan MotoGp asal tim Yamaha, Jorge Lorenzo siap bangkit dan kembali menjadi yang terdepan. Menurutnya, dia datang ke Le Mans, untuk mengikuti MotoGP Prancis, dengan penuh motivasi setelah menpadat pelajaran berharga di Sirkuit Jerez.
 
Lorenzo, yang sebenarnya mampu meraih pole position pada GP Spanyol, terpaksa menyerahkan dua tempat teratas kepada dua pembalap Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Kondisi trek yang begitu hangat terasa menyulitkan sehingga pembalap asal Spanyol itu hanya mampu finis ketiga, dan, sempat terjadi drama pada lap terakhir, saat ia disalip oleh Marquez.
 
“Saya tiba di Le Mans dengan segudang motivasi setelah hasil di Jerez. Mungkin, kami berharap (hasil) yang lebih baik di sana, tapi kami telah berjuang lebih dari yang diperkirakan karena suhu (panas) yang ekstrem di trek,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Autosport, Selasa (13/5/2013).
 
“Untungnya, kami bekerja keras saat hari tes dan mengatasi beberapa masalah kecil. Sesi tersebut membantu kami mengerti apa masalah utama yang terjadi pada Sabtu,” sambung pembalap yang telah naik podium sebanyak 63 kali dan mengoleksi 24 kemenangan tersebut.
 
Pada ajang MotoGP sendiri, Lorenzo sudah tiga kali memenangi lomba di sirkuit Le Mans, sedangkan dua lomba lagi ia finis di posisi dua dan empat. Dan, kemenangan gemilang yang ditorehkannya pada tahun lalu pun diharapkan menjadi modal bagus bagi pengoleksi dua gelar juara dunia tersebut untuk meraih kemenangan keempat.
 
“Saya telah menang beberapa kali di Prancis, dan saya pikir, itu adalah trek yang bagus bagi kami berdua, saya dan Yamaha M1. Tahun lalu, faktanya kami meraih kemenangan di (trek) basah dengan perbedaan jarak (waktu) yang hebat. Saya membalap dengan sempurna tanpa membuat satu kesalahan pun dan itu dilakukan pada kondisi trek yang buruk,” pungkas pembalap berusia 26 tahun itu. (dit)
Poskan Komentar