http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 31 Mei 2013

AS Sabotase Upaya Damai Pakistan dan Taliban

Drone milik AS (Foto: AFP)ISLAMABAD - Ulah Amerika Serikat (AS) yang masih terus melancarkan serangan pesawat tak berawak ke Pakistan, dianggap sebagai sikap yang tidak ingin melihat perdamaian di Pakistan. Hal tersebut diutarakan oleh seorang petinggi Taliban yang pro-negosiasi.

Amir Jamaat e Islami (JI) Syed Munawar Hasan mengatakan, serangan pesawat tak berawak atau drone ini yang terjadi Selasa 28 Mei lalu menimbulkan korban dari warga Pakistan. Serangan itu menewaskan tujuh orang termasuk orang nomor dua di Taliban, Wali-ur-Rehman.

"Setelah adanya pergantian pemerintahan, ada harapan untuk mengakhiri tindakan terorisme dan tentunya terbuka peluang perdamaian dengan Taliban. Tetapi AS melakukan sabotase dengan serangan drone, seperti serangan yang dilakukan sebelumnya," ujar Syed Munawar, seperti dikutipThe News, Sabtu (1/6/2013).

"Kini Taliban sudah menarik diri dari negosiasi damai. Tetapu sayangnya tidak protes formal dari pihak kami mengenai serangan tersebut," lanjutnya.

Syed Munawar menambahkan, bila tidak ada pembicaraan dengan Taliban, maka penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang direncanakan pada 2014 mendatang akan terhambat. Tentunya hal ini tidak akan menjadi kepentingan dari Pakistan.

Seperti diketahui sebelumnya, AS melancarkan operasi pesawat pengebom tak berawak di Pakistan dan langsung membunuh tujuh orang. Operasi itu menjadi operasi pertama yang mereka lakukan tepat setelah Pakistan menggelar pemilu.

Menurut laporan dari pejabat Pakistan dan pimpinan masyarakat adat Pashtun, pesawat tak berawak itu menembakkan dua misil yang akhirnya menghantam sebuah rumah di Desa Chashma. Selain menewaskan tujuh orang, empat warga lainnya dilaporkan terluka. 

Ternyata, serangan tersebut juga menewaskan wakil komandan Taliban. Laporan ini jelas menjadi pukulan telak terhadap kelompok militan di negara tersebut.

Wakil komandan Taliban yang tewas dalam insiden itu adalah Wali-ur-Rehman. Rehman selama ini dipandang sebagai calon pengganti Hakimullah Mehsud yang memimpin Taliban Pakistan. (faj)
Poskan Komentar