http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 16 Mei 2013

David Warfel, Otak Sukses di Balik Korek Zippo

BAGI Anda yang perokok, korek api Zippo pasti tak asing lagi di telinga. Saking mendunianya, korek Zippo bahkan dikenal dari kalangan atas sampai bawah.

Nama David Bruce Warfel mungkin terdengar asing, tapi dia lah salah satu orang yang membuat korek Zippo mengglobal. Berperan sebagai Director Global Marketing Zippo Manufacturing Company, David bertanggungjawab untuk mengawasi pengembangan dan pengelolaan brand Zippo secara global.

Tanggung jawabnya pun "segudang", meliputi semua strategi komunikasi pemasaran dan periklanan, manajemen produk, perdagangan dan hubungan konsumen, serta pengembangan produk dan ritel. Itu semua dilakukannya demi mengangkat dan mempertahankan posisi pemantik yang telah ada sejak 1932 ini.

Sebagai seorang profesional di bidang pemasaran dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, David memegang posisi manajer senior di departemen pemasaran internal, kegiatan-kegiatan ritel, hubungan konsumen serta agen pemasaran pada perusahaan ini. Dengan posisinya ini, David pun harus sering melakukan kunjungan ke berbagai kota di Asia dan Eropa.

"Zippo mempunyai sejarah yang banyak dan beragam sejak didirikan pada 1932 di Bradford, Pennsylvania oleh George Blaisdell," tutur David mengawali ceritanya kepada Okezone, dalam pesan elektroniknya.

Pria kelahiran 23 Maret ini menuturkan sang pendiri, Blaisdell, bersama keluarga kecilnya lalu menjalankan usahanya menjual korek api Zippo tersebut. Perlahan, usaha kecilnya pun berkembang pesat. Hebatnya, produk yang dimilikinya saat ini sudah tersedia di lebih dari 160 negara di dunia. 

"Secara global, brand Zippo sudah sangat dikenal. Nama Zippo sendiri diciptakan oleh Blaisdell karena ia suka dengan kata zipper. Kemudian dia memvariasikan kata tersebut dan nyaman menggunakan kata Zippo, karena terdengar sangat modern," jelas lulusan Boston University ini.

David mengungkapkan, dari usaha kecil-kecilan tersebut, Zippo kini mempunyai 800 karyawan yang tersebar di seluruh dunia. Bisnis produk ini lantas berkembang dengan baik di negara-negara berkembang. Dia menyebutkan, pertumbuhan rata-ratanya bahkan melampaui target.

Dia menjelaskan, produk-produk Zippo Manufacturing Company sudah dijual di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Zippo juga merupakan salah satu brand global paling terkenal dan mempunyai reputasi yang tinggi. Produk Zippo Windproof Lighter yang terkenal telah diproduksi di Bradford, Pennsylvania sejak 1932. Sejak saat itu, hampir 500 juta pemantik ini telah diproduksi dan dijual.

Selain pemantik saku Windproof dan bahan bakar pemantik, Zippo juga memasarkan berbagai macam produk konsumen, termasuk lilin dan utility lighters, alat tulis, jam tangan, parfum, dan produk-produkoutdoor lainnya.

"Selama beberapa tahun terakhir, di China tumbuh 30 persen secara year on year. Sementara tahun lalu, India membukukan pertumbuhan 59 persen. Indonesia merupakan negara berkembang yang sangat bagus untuk kami," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya dan perusahaan pun berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis Zippo di Indonesia, yakni dengan menawarkan diversifikasi produk dan meningkatkan penjualan e-commerce.

David sebelumnya menjabat berbagai posisi penting seperti Executive Vice President, Global Marketing pada Billing Services Company, yang berbasis di London, Inggris. Kemudian sempat menjadi Vice President dan Management Supervisor untuk BBDO adverting di New York.

Lalu menjadi Director of Marketing untuk Federation of International University Sports di Brussels, Belgia. Dia telah banyak memberikan jasa konsultasi manajemen dan pemasaran kepada berbagai perusahaan baik yang bersifat bussiness to bussiness (antarperusahaan) maupun pemasaran konsumen, termasuk di antaranya Xerox, Eastman Kodak, PepsiCo, dan Ray Ban. (ade)
Poskan Komentar