http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 23 Mei 2013

PKS Belum Tentu Diterima Oposisi

JAKARTA - Di penghujung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah mengeluarkan pernyataan mengejutkan. 

Fahri berharap agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hengkang dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung Pemerintah.

Pengamat politik Universitas Indonesia, Abdul Gafur Sangadji, menuturkan jika PKS pamit dari Setgab, partai oposisi tak akan begitu saja menerima partai dakwah tersebut.

"Saat ini bukan saatnya mengefektifkan pemerintah dari luar. Yang terpenting soliditas dan konsolidasi internal PKS. Jika kuat solid PKS akan kehilangan banyak suara saat 2014," kata Gafur, saat berbincang denganOkezone, Jumat (24/5/2013).

Dia menambahkan momentum rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan percuma dilawan oleh partai di luar pemerintah. "Itu akan percuma saja. PKS tidak akan cukup satle. karena dipastikan BBM akan disejui fraksi pendukung pemerintah," tukasnya.

Sebelumnya diketahui Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah, menegaskan, pernyataan itu hanyalah harapan pribadinya. 

Sebab, kata dia, dirinya tidak berwenang untuk memutuskan PKS keluar dari koalisi. Ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai yang berhak memutuskan PKS tetap bergabung atau keluar dari koalisi. (ydh)
Poskan Komentar