http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 09 Mei 2013

Terlibat Pelecehan Seksual, Jubir Presiden Korsel Dipecat

 
Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye memecat juru bicaranya. Pemecatan dilakukan gara-gara si juru bicara terlibat insiden 'tak bermoral' saat mendampingi Presiden Park dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, pekan ini.

Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Namun Sekretaris Presiden Korsel, Lee Nam-Ki mengumumkan pemecatan juru bicara presiden Yoon Chang-Jung.

Dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Yonhap dan dilansir AFP, Jumat (10/5/2013), Lee menyebut jubir Toon telah 'secara personal terlibat dalam insiden tak bermoral'. Alasan itulah yang menjadi dasar pemecatan jubir presiden pertama yang ditunjuk oleh Presiden Park.

"Tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh pejabat tinggi negara dan telah melukai martabat bangsa," tutur Lee Nam-Ki.

Lee tidak menjelaskan lebih lanjut soal tindakan tidak pantas yang disebutnya. Namun, disebut-sebut, Yoon terlibat tindak pelecehan seksual di AS.

Informasi soal pelecehan seksual tersebut mencuat dari situs komunitas wanita Korea di AS, 'Missy USA', seperti dikutip Korea Herald. Dalam situs komunitas tersebut, ada klaim bahwa jubir Yoon telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswa Korea.

Insiden ini terjadi ketika si mahasiswa berusaha mengintervensi masuk ke dalam pertemuan antara kepala negara di AS. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut bentuk pelecehan seksual tersebut.

Lebih lanjut, Lee menyatakan, Kedubes Korsel di Washington, AS tengah menyelidiki lebih lanjut insiden ini. Menurutnya, hasil penyelidikannya nanti akan diungkap ke publik.

Sebelum pengumuman ini disampaikan, jubir Yoon diketahui telah kembali dari Washington, pada Rabu (8/5), atau lebih awal dari jadwal. Saat itu, diketahui Yoon sama sekali tidak mendampingi Presiden Park dalam kunjungannya ke Los Angeles, yang merupakan lokasi kunjungan terakhir dalam rangkaian kunjungannya ke AS.

Hal ini lantas menimbulkan spekulasi dan beragam opini, soal kepulangannya lebih awal ke Seoul.

Awal pekan ini, Presiden Park melakukan pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama. Kedua kepala negara sepakat untuk tidak memberikan konsesi kepada Korut.

Presiden Park juga bertemu dengan Kongres AS dan menyampaikan bahwa Korut harus menyerahkan senjata nuklirnya dan mulai menjalani langkah damai setelah beberapa bulan terakhir menebar ancaman perang.

 oleh : mh.zaq
Poskan Komentar