http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 02 Juni 2013

Curhatan Mourinho Sindir Madrid

Jose Mario dos Santos Mourinho Felix (Foto: Reuters)LONDON – Selepas kontraknya diputus Real Madrid, José Mourinho punya banyak waktu untuk berpikir. Baik itu perihal masa depannya maupun “testimoni” kecil yang sedikit-banyak menyindir etika sepakbola di internalLos Blancos.  

Memang, curhatan Mou – panggilan santai Mourinho ini, tak menyebutkan langsung tentang Madrid. Tapi jelas, keluhannya ini muncul usai dirinya gagal membawa pulang satu pun gelar ke Santiago Bernabéu musim ini. 

Sejak awal pelatih eksentrik itu menukangi Madrid, berbagai problema internal sudah mendera. Mulai dari perseteruannya dengan salah satu mantan direktur Madrid, Jorge Valdano, hingga yang terakhir isu friksinya dengan portero utama sekaligus Capitán tim, Iker Casillas.

Sejumlah masalah itu pun bagai api dalam sekam yang akhirnya memecah kesatuan sebuah tim. Padahal, eks pembesut FC Porto, Chelsea dan Inter Milan itu ingin tim yang ditanganinya, bersedia menyatukan kepala demi tujuan bersama sebagai satu unit tim yang solid. 

“Saya percaya bahwa sukses bergantung pada target yang dicapai oleh sebuah tim. Tim yang mampu mengenal dan memperjuangkan target-target itu. Sekarang, segalanya kian sulit untuk sebuah tim bisa bekerja sama sebagai satu unit tim,” keluh Mou. 

“Nilai-nilai yang penting sudah hilang – cara mendidik klub dan profesionalisme pemain sudah semakin buruk. Inilah masalah sepakbola dewasa ini. Bekerja sama sebagai satu tim adalah yang utama, bukan individual,” sambungnya, seperti disadur FoxSports, Senin (3/6/2013).

Kelakuan media-media Spanyol juga ditengarai menjadi salah satu faktor Mou tak nyaman mengeluarkan ide-ide baru walau kontroversial. Itu pula sebabnya sejak paruh kedua musim ini, Mou acap menjaga jarak dengan kalangan kuli tinta di negeri semenanjung Iberia itu. 

“Saya ingin membuka dan menutup siklus karier spakbola saya tanpa membicarakan kelemahan yang ada. Saya mencoba untuk tidak membicarakan media Spanyol karena hal itu,” lanjut arsitek berjuluk The Only One itu.

Kemudian Mou pun teringat pada sosok salah satu kolega terbaiknya, Sir Alex Ferguson. Teringat dan bicara bagaimana Sir Alex begitu nyamannya mendapat kepercayaan klub yang begitu lama hingga akhirnya menawarkan warisan tak terkira saat pria paruh baya asal Skotlandia itu tutup karier. 

“Dua puluh gelar buat saya amat banyak. Saya belajar dari itu dan saya pun ingin memenangkan lebih dari itu. Tapi saya juga mesti menerima kegagalan sebagai bagian dari kehidupan profesional saya,” tambah Mou.

“Dengan kepergian Ferguson, saya menyadari bahwa berada di jajaran tinggi salah satu pelatih muda, membuat saya harus lebih bertanggung jawab. Saya sudah berada di atas selama 10 tahun terakhir. Saya merasa lebih punya tanggung jawab karena para pelatih muda mengharapkan itu dari saya dan saya tak ingin memberi kekecewaan,” tuntasnya.
Poskan Komentar