http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 13 September 2013

Orangtua Wajib Terapkan Disiplin pada Anak

detail beritaKECELAKAAN maut yang melibatkan putra ketiga Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani (Dul) menyimpan sejuta duka bagi keluarga korban. Psikolog ternama A Kasandra Putranto menyarankan untuk memberi dukungan moral yang kuat terhadap korban kecelakaan tersebut.

Kasandra meminta media untuk tidak melulu memberitakan seputar si pelaku. Tapi harus imbang dengan pemberitaan derita korban. Seperti bagaimana kelanjutan keluarga mereka, hidup tanpa kepala keluarga.

"Media juga harus imbang, jangan melulu membicarakan si artis. Tapi, beritakan bagaimana kondisi korban, saya rasa dukungan secara psikologis terhadapnya sangat penting," kata A Kasandra Putranto kepada Okezone saat dihubungi via telepon, Jumat (13/9/2013).

Dia menjelaskan, bukan hanya memberikan dukungan seperti finansial, namun tanggung jawab yang besar kepada anak dan istri yang ditinggalkan. Oleh sebab itu, dukungan dari psikologis tentunya mereka butuhkan agar bisa bangkit dari keterpurukan.

"Apakah uang bisa mengembalikan ayah mereka? Tentu tidak kan? Saya menyarankan, seharusnya si pelaku harus bertanggung jawab juga dari segi psikologis," katanya.

Lebih dalam lagi, dia mengatakan bahwa hal ini menjadi suatu pelajaran bagi orangtua di Indonesia agar menerapkan sistem disiplin dan rasa tanggung jawab di dalam rumah. Agar anak tidak terlalu bebas saat melakukan berbagai hal.

"Harusnya para orangtua menerapkan disiplin terhadap anak-anak mereka. Baik itu di rumah maupun di luar rumah dengan rasa tanggung jawab. Itu penting diterapkan orangtua," katanya.

Termasuk mengendarai kendaraan di bawah umur. Sebetulnya ada larangan anak di bawah umur tidak boleh mengendarai mobil. Tapi karena prestige orangtua dan kebebasan yang mereka berikan kepada anaknya, maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya kasus dari anak musisi besar Ahmad Dhani. 

"Banyak orangtua kita membiarkan anak-anaknya pergi ke sekolah menggunakan motor atau mobil. Ini harus jadi perhatian bahwa kecelakaan bisa saja terjadi jika mereka tidak didampingi," pungkasnya. (tty)
Poskan Komentar