http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 13 September 2013

Penghasilan Rp10 Juta dan Ingin Beli Rumah

Andy Nugroho. (Foto: MRE)SAYA Sardy, seorang sales freelance. Fee saya per bulan rata-rata Rp10 juta. Bagaimana mengatur penghasilan tersebut untuk mencicil utang, dana darurat, investasi, sekolah anak-anak dan membeli rumah.

Sebagai informasi tambahan, anak saya lima masing-masing, TK satu orang, SD dua orang, selanjutnya SMP dan SMS. Utang saya Rp40 juta yang saya cicil Rp1,1 juta per bulan.
Mohon saran, terima kasih.

Jawab :
Halo Pak Sardy,

Bila kita melakukan perencanaan keuangan, idealnya dari penghasilan yang kita terima maksimal 50 persennya kita habiskan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan transportasi sehari-hari, serta cicilan utang. Untuk cicilan hutang sendiri kita harus disiplin menjaga agar total cicilan hutang kita maksimal adalah 30 persen dari pemasukan kita.

Alokasikan 10 persen berikutnya dari penghasilan sebagai biaya pendidikan anak.
Pos berikutnya yang musti kita siapkan adalah idealnya kita menabung 10 persen dari penghasilan kita. Lalu 10 persen sebagai dana darurat dan cadangan, 10 persen untuk diinvestasikan, serta 10 persen terakhir dialokasikan untuk kesenangan anda dan keluarga.

Angka-angka tersebut memang perhitungan idealnya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan keluarga anda. Namun diharapkan juga kita tidak melanggarnya apalagi prosentase jumlah cicilan utang yang kita bayar agar keuangan keluarga dapat tetap terjaga sehat.

Karena Pak Sardy ada target untuk membeli rumah, saran saya bapak bisa memiliki dana yang dialokasikan untuk diinvestasikan seperti uraian saya di atas. Hal tersebut diperlukan agar dana yang bapak miliki dapat berkembang lebih cepat dan selanjutnya dapat digunakan sebagai uang muka pembelian rumah. Instrumen investasi yang bisa bapak masuki sendiri bisa berupa reksa dana maupun logam mulia, tergantung dari profil risiko yang bapak miliki.

Lalu mengingat bapak memiliki anak yang cukup banyak, maka bapak harus lebih disiplin dalam menabung terutama untuk biaya pendidikan anak-anak. Hal itu diperlukan agar bila waktunya mereka masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi maka anda tidak menjadi kelimpungan menyiapkan dananya lagi.

Memiliki produk asuransi pendidikan bisa menjadi salah satu alternatif cara yang digunakan, mengingat produk ini memiliki fitur untuk menjamin ketersediaan dana pendidikan yang dibutuhkan apabila orangtua pencari nafkah mendadak tidak bisa mencari nafkah lagi karena tertimpa kemalangan.

Semoga bermanfaat,

Salam,

Andy Nugroho, CFP
Perencana Keuangan
MRE Financial & Business Advisory 
MitraRencanaEdukasi, PT I Jl. Musi no.33, Cideng, Jakarta Pusat I T. 021-2550 2425 F. 021-2550 2555 I www.mre.co.id I Follow us @mreindonesia

See us live at www.financeku.com , our Live Video Streaming workshop on Financial Planning, Investment & Entrepreneurship

Anda memiliki pertanyaan seputar masalah keuangan, kami siap beri solusinya. Kirimkan pertanyaan Anda ke economy@okezone.com, dan redaksi@okezone.com dengan subyek "Konsultasi Ekonomi".
(//wdi)
Poskan Komentar