http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 28 Januari 2014

Zuckerberg, Miliarder Muda Dunia yang Pernah "Nakal"

Seperti remaja pada umumnya, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook yang saat ini menjadi miliarder termuda di dunia juga pernah melakukan kenakalan.



Dilansir Business Insider, Selasa 28 Januari 2014, sepuluh tahun yang lalu, saat itu Zuckerberg berusia 19 tahun dan masih tercatat sebagai mahasiswa di Harvard University.

Layaknya remaja pada umumnya, Zuckerberg juga pernah bertindak seperti anak nakal. Salah satunya pada Mei 2004, dia membajak account email dari staf The Harvard Crimson.

Awalnya, dia khawatir The Harvard Crimson akan menulis artikel yang menjatuhkannya. Dia kemudian memutuskan untuk membaca setiap email dari staf Harvard Crimson tersebut.

Dengan alasan staf The Harvard Crimson tidak akan mungkin memberikan password emailnya dengan sukarela, dia pun membajaknya.

Usahanya berhasil, Zuckerberg mampu mengetahui password email dua staf. Dia pun login ke email itu dan membaca banyak email. Adapun email staf The Harvard Crimson yang dia bajak adalah milik Elisabeth Theodore dan Timothy McGinn.

Namun, kini, kisah kehidupan Zuckerberg telah berubah 180 derajat. Dia pindah dari California, dan proyek pembuatan situs jejaring sosial Facebook dari kamar asramanya yang kecil dengan cepat telah menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar AS.

Zuckerberg pun menjadi orang terkenal di dunia. Seorang produser lalu memfilmkan ulah "nakal" yang dilakukan Zuckerberg saat berusia 19 tahun itu.

Hidup sederhana
Meski sempat "nakal", ada sisi kehidupan Zuckerberg yang mengesankan. Walaupun saat ini telah menjadi miliarder dunia, dia tetap hidup sederhana. Bersama istrinya, dia tinggal di rumah sederhana, bukan di sebuah mansion mewah.

Rumah sederhana yang dia tempati itu, ia beli dari tetangganya. Mobil yang dia kendarai hanya Volkswagen.

Yang lebih mengesankan lagi adalah saat ini dia menjadi salah satu orang yang paling dermawan di dunia.

Pada 2012, tak lama sebelum Facebook go public, Zuckerberg menyumbang US$100 juta untuk sekolah-sekolah di New Jersey. Dia juga membantu mendanai sebuah komite yang bertujuan mereformasi para imigran.

Ternyata, tak semua orang menyukainya, seorang yang sinis padanya mengatakan dua sumbangannya itu untuk menarik simpati publik. Karena, sumbangan tersebut dilakukan menjelang IPO Facebook.

Namun, Zuckerberg tidak mempedulikan kritik tersebut. Dia bahkan merencanakan untuk memberikan 18 juta saham Facebook senilai US$1 miliar guna disumbangkan pada kegiatan sosial.

Surat kabar The San Jose Mercury memberitakan, Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, diketahui telah menyumbang ke klinik kesehatan di East Palo Alto, dekat kantor pusat Facebook.

Karena sumbangan tersebut, klinik tersebut saat ini bisa melayani perawatan kesehatan 20.000 pasien per tahun, dari sebelumnya hanya 11.000 pasien per tahun.

Atas sumbangan itu pula, klinik tersebut menambah fasilitas kesehatan seperti mamografi, optometri, dan podiatri. Zuckerberg pun diketahui telah menyumbang US$5 juta ke klinik itu
Poskan Komentar