http://komisigratis.com/?reg=lindrafebriansyah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 13 Agustus 2013

TV Lokal Pun Bisa Pecundangi Jepang

http://images.detik.com/content/2013/08/14/4/tv.jpgJakarta - Pasar televisi domestik boleh-boleh saja dikuasai pemain dari Korea Selatan. Tapi nyali produsen televisi lokal seperti Polytron, tak ciut, meski harus bertarung sendirian melawan raksasa Korea dan Jepang. 

Polytron memimpin pemain dalam negeri dengan merebut pangsa pasar televisi LCD sebesar 9,7 persen per April 2013. Pencapaian Polytron bahkan lebih baik ketimbang Sony yang hanya memperoleh pangsa pasar 5,2 persen.

Santo Kadarusman, Public Relations and Marketing Event Manager PT Hartono Istana Teknologi (produsen Polytron), menilai produknya sukses bukan lantaran harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk Korea dan Jepang. 

Santo menilai Polytron bisa bercokol di jajaran pemain besar lantaran terus berinovasi untuk melahirkan produk-produk unik. Contohnya Tower Speaker yang khusus dirancang sebagai soulmate-nya TV LCD buatan Polytron.

Polytron juga melengkapi lini produknya dengan kemampuan pemutar DVD yang built-in, mampu merekam via koneksi USB, Smart TV, Internet TV, dan koleksi speaker seperti Tower Speaker dan Speaker Sound Bar. “Ke depan, incinya yang lebih besar dan tentunya dengan inovasi dari feature serta benefit terbaru,” tutur Santo.

Teknologi memang jadi andalan vendor televisi setelah harga televisi jadi bersaing. LG Electronics yang saat ini memimpin pasar televisi LCD di Indonesia, menyatakan vendor harus terus melakukan inovasi kalau ingin bertahan, di samping menyediakan layanan purna jual yang baik dan promosi. 

“Kami mempertahankan posisi puncak lantaran memahami kebutuhan konsumen itu,” kata Direktur Marketing LG Electronics Indonesia, Eric Setiadi, kepada DetikFinance pada Senin lalu. 

LG memimpin pasar televisi Liquid Crystal Display (LCD) domestik dengan pangsa pasar 30,2 persen, berdasarkan survei lembaga riset GfK per April 2013 lalu. Salah satu terobosan teknologi LG adalah teknologi Film-type Patterned Retarder yang diterapkan pada lini produk televisi 3D. Teknologi ini memberi rasa nyaman pada mata saat menyaksikan tayangan 3D karena gambar terlihat alami. Berbeda dengan teknologi Shutter Glasses-type yang banyak dipakai produsen televisi 3D lain. 

Di jajaran produk Jepang, Sharp menjadi jawara. Herdiana Anita Pisceria, Product General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan peringkat ketiga—Setelah LG dan Samsung—merupakan kemajuan bagi Sharp. “Kami sudah menggeser Toshiba dan market share kami sudah mendekati Samsung,” katanya.

Baru-baru ini Sharp mencuri perhatian saat memperkenalkan televisi LED berukuran layar 90 inci. Tak hanya berlayar super lebar, televisi ini sudah memiliki konektivitas WiFi untuk terhubung ke Internet dan teknologi 3D. 

Di jajaran seri AQUOS-nya, Sharp juga mendesain televisi portabel berukuran 20 inci yang juga memiliki konektivitas Internet. 

Dengan tawaran antara lain seperti itu, Herdiana berharap Sharp mampu melampaui pangsa pasar Samsung dan bahkan LG. “Beri kami waktu sampai tahun depan,” ujarnya.

Sumber : www.detik.com
Poskan Komentar